|
Written by Swastioko Budhi Suryanto
|
|
Wednesday, 28 March 2007 |
|
Dua orang wanita mampir di suatu toko makanan untuk membeli sosis. Wanita 1 : "Pak, beli sosis dua buah. Harganya berapa ?". Penjual : "Seribu tiga, neng". Wanita 2 : "Seribu tiga ? Wah, kalau beli 2 sosis berapa dong ?". Penjual : "Wah, nggak bisa neng, saya jualnya sekaligus tiga, harganya seribu, murah kok neng". Wanita 1 (kepada wanita 2) : "Gimana nih, kita kan cuma berdua ?". Wanita 2 : "Ya sudah, tidak apa-apa, beli tiga deh Pak". |
|
Read more...
|
|
|
Written by Swastioko Budhi Suryanto
|
|
Wednesday, 28 March 2007 |
|
Amir 5 tahun murid TK, ketika tiba gilirannya maju ke depan kelas untuk menyanyi : Bu guru : Amir mau nyanyi lagu apa ?. Amir : Satu dua tiga, bu guru. Bu guru : Namanya bukan lagu satu dua tiga, tapi... |
|
Read more...
|
|
|
Kumasukkan Ini, Keluar Kau |
|
|
|
|
Written by Swastioko Budhi Suryanto
|
|
Wednesday, 28 March 2007 |
|
Seorang bapak dari pulau Samosir (Tapanuli Utara), walau hanya seorang petani miskin didesanya, berhasil menyeberangkan putranya 'Ucok' sehingga tamat dari satu perguruan tinggi terkemuka di Jakarta. Setelah berhasil meraih gelar insinyur Ucok bekerja di satu perusahaan swasta di Jakarta. |
|
Read more...
|
|
|
Written by Swastioko Budhi Suryanto
|
|
Wednesday, 28 March 2007 |
|
Pada tahun 2020, dimana Indonesia telah menjadi negara yang tak kalah dengan Singapura dalam masalah ketertiban, terdengarlah sebuah cerita lucu dari sebuah bis wisata yang sedang membawa rombongan para ibu-ibu dan nenek-nenek bertamasya ke Bali. Supir bis nya pun tidak seperti supir bus ibukota saat ini. Sudah seperti supir bus manca negara ceritanya. Berpakaian jas necis, bertopi, muka bersih, tanpa kumis, tanpa jenggot. Dalam tugasnya si supir juga dilarang berbicara dengan penumpang. |
|
Read more...
|
|
|
Written by Swastioko Budhi Suryanto
|
|
Wednesday, 28 March 2007 |
|
Mungkin karena sudah bosan dengan tas kulit lembu buatan merek dari rumah mode, seorang dokter mencoba melakukan improvisasi. Sehari-harinya dokter ini dikenal sebagai ahli sunat. Karena terkenalnya, maka penuhlah potongan kulit manusia tersebut. Lalu dikirimnya kulit tersebut untuk membuat sebuah kopor. Tapi tunggu dulu, ternyata kulitnya masih kurang sehingga hanya cukup untuk sebuah tas kantor. |
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
|
| Results 1 - 9 of 21 |