|
|
Kata-kata Mu adalah Doa Mu... Ibu |
|
|
|
|
Written by Tita Dewi
|
|
Monday, 12 November 2007 |
|
"Liaan... Apa lagi!!!" melengking suara seorang wanita memanggil anaknya, dan diteruskan dengan cacian-cacian, "Bodoh kamu!! Bego! Pake otak kalo mau apa-apa!". Aku yang baru tidur setelah adzan subuh karena harus lembur menyelesaikan tulisan, mau tidak mau harus bangun, kulirik jam weker di atas lemari, jam 7 kurang 15. Aku bergumam sedikit kesal, karena mataku masih terasa berat sekali. Sementara caci maki ibu itu terus berlanjut. Tak lama terdengar suara sang anak mengaduh, entah apa yang terjadi dan kemudian suasana sepi, sepertinya anak itu pergi. |
|
Read more...
|
|
|
Written by Fitri Rosmawati
|
|
Monday, 01 October 2007 |
|
Kasih anak sepanjang galah, kasih ibu sepanjang jalan. Siapakah yang pantas disebut sebagai seorang ibu ?. Apakah, hanya sosok wanita yang pernah melahirkan kita saja ?. Adakah wanita yang mengasihi seorang anak sedemikian rupa, meskipun bukan anaknya sendiri ?. Untuk merenung lebih jauh tentang sebuah cinta kasih, Saya teringat penggalan kalimat dari sebuah syair lagu yang diciptakan oleh grup musik ternama "DEWA" aku mencintaimu, lebih dari yang kau tahu. Syair ini begitu luar biasa. Mencintai seseorang lebih dari yang diketahuinya. Rasanya begitu pas dan sekali bagi seorang ibu, yang tidak pernah menghitung-hitung 'jasa' demi anak-anaknya...! |
|
Read more...
|
|
|
Written by Swastioko Budhi Suryanto
|
|
Saturday, 16 June 2007 |
|
Jalannya sudah tertatih-tatih, karena usianya sudah lebih dari 70 tahun, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal di rumah jompo, karena kehadirannya tidak diinginkan. Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tersebut. |
|
Read more...
|
|
|
Written by Swastioko Budhi Suryanto
|
|
Saturday, 16 June 2007 |
|
Suatu hari, ibu mengajak saya untuk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya ada janji bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan tersebut. Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu saya mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi. Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu stel gaun ungu yang cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya |
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>
|
| Results 1 - 9 of 30 |