migas-indonesia.net


Home arrow Pendidikan
Tuesday, 07 September 2010
Article
Event Calendar
Sep 2010
S M T W T F S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30    
Full Calendar
Milis Migas Indonesia @ Google
Jumlah Pengunjung
 
Pendidikan
Meredupnya Pamor IQ PDF Print E-mail
Written by Ninok Leksono   
Monday, 01 October 2007

"Sementara psikometrika menawarkan daya tarik semu fakta obyektif, sains baru membawa kita kembali ke dalam kontak dengan sastra, sejarah, dan kemanusiaan, dan pada akhirnya ke keunikan individu." ("The Waning of IQ", David Brooks, IHT, 15-16/9/2007).

Hingga hari ini pun masih banyak orangtua yang mengharapkan anak-anaknya pintar, terlahir dengan IQ (intelligence quotient) di atas level normal (lebih dari 100). Syukur-syukur kalau bisa jadi anak superior dengan IQ di atas 130. Harapan ini tentu sah saja. Dalam paradigma IQ dikenal kategori hampir atau genius kalau seseorang punya IQ di atas 140. Albert Einstein adalah ilmuwan yang IQ-nya disebut-sebut lebih dari 160.

Read more...
 
Krisis Guru - Pemimpin yang Melahirkan Pemimpin PDF Print E-mail
Written by Zen Rachmat Sugito   
Tuesday, 04 September 2007

Tiap berpikir ihwal kualifikasi seorang guru, kita sebenarnya sedang berharap seperti itulah kualifikasi minimal yang semestinya dimiliki seorang pemimpin: punya standar kognisi (intelektual) dan afeksi (perilaku dan sikap) di atas rata-rata.

Guru secara etimologis berasal dari bahasa Sanskerta, gur-u', yang berarti mulia, bermutu, memiliki kehebatan, dan orang yang sangat dihormati karena kewaskitaannya. Dalam khazanah Jawa Kuno, dikenal sejumlah istilah yang menempel pada kata 'guru': guru desa (kamitua desa yang mumpuni dalam dunia spiritual), guru hyan (guru rohani), guru loka (pejabat agama di istana), dan guru pitara (mendiang nenek moyang yang patut dimuliakan karena kewaskitaannya).

Read more...
 
Guru Inspiratif PDF Print E-mail
Written by Rhenald Kasali   
Tuesday, 04 September 2007

Dalam hidup ini kita mengenal dua jenis guru, guru kurikulum dan guru inspiratif. Yang pertama amat patuh kepada kurikulum dan merasa berdosa bila tidak bisa mentransfer semua isi buku yang ditugaskan. Ia mengajarkan sesuatu yang standar (habitual thinking). Guru kurikulum mewakili 99 persen guru yang saya temui.

Jumlah guru inspiratif amat terbatas, kurang dari 1 persen. Ia bukan guru yang mengejar kurikulum, tetapi mengajak murid-muridnya berpikir kreatif (maximum thinking). Ia mengajak murid-muridnya melihat sesuatu dari luar (thinking out of box), mengubahnya di dalam, lalu membawa kembali keluar, ke masyarakat luas. Jika guru kurikulum melahirkan manajer-manajer andal, guru inspiratif melahirkan pemimpin-pembaru yang berani menghancurkan aneka kebiasaan lama.

Read more...
 
Kisah Theodore F. Stoddard PDF Print E-mail
Written by Swastioko Budhi Suryanto   
Saturday, 16 June 2007

Namanya Ny. Thompson. Ia berdiri di depan ruang kelas 5 pada hari pertama tahun pengajaran dan berbohong kepada murid-muridnya. Seperti kebanyakan pengajar, ia memandang ke seluruh murid dan berkata bahwa ia memperhatikan seluruh murid dengan adil. Tetapi hal itu tidak mungkin, karena di barisan depan ada seorang anak yang duduk dengan menggelesot. Namanya Teddy Stoddard.

Read more...
 
10 Universitas Negeri / Swasta Terunggul Di Indonesia PDF Print E-mail
Written by Tempo   
Saturday, 16 June 2007

Daftar 10 Universitas Negeri dan Swasta terunggul di Indonesia versi Pusat Data dan Analisa Tempo (2007).

Read more...
 
Copyright © November 2006, Migas-Indonesia.net
Design by Joomlateam.com | Powered by Joomlapixel.com | Hosted by Lubna Webhosting |
Disclaimer :
Administrator mendapatkan bahan-bahan dari email teman, berbagai milis, internet, dsb. Apabila dari sumber di atas disertakan nama penulis, maka akan ikut dicantumkan pada situs ini. Bila tidak ada nama penulis, tapi anda merasa bahwa tulisan tersebut adalah karya anda. Silahkan menghubungi administrator situs untuk segera dicantumkan pada karya anda tersebut. Tentu dengan sedikit bukti yang menunjukkan klaim anda.